01 Desember 2025, Jakarta, Indonesia . Garis Hitam Indonesia (GHI) melakukan kunjungan resmi ke Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta sebagai langkah awal memperluas program pemberdayaan perempuan warga binaan di wilayah Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen GHI untuk menghadirkan ruang aman, peningkatan kapasitas, serta kesempatan kedua yang adil bagi perempuan yang sedang menjalani masa pembinaan.
Dalam kunjungan tersebut, tim GHI berdiskusi langsung dengan pihak Lapas mengenai kebutuhan warga binaan, potensi program yang dapat dijalankan, serta peluang kerja sama jangka panjang. Tim juga berkesempatan menyaksikan aktivitas pembinaan keterampilan yang telah berjalan di dalam Lapas, termasuk produksi kerajinan dan pelatihan keterampilan lainnya.
“Garis Hitam Indonesia percaya bahwa pemberdayaan tidak hanya dimulai dari pelatihan, tetapi dari mendengarkan, memahami, dan membangun kerja bersama dengan warga binaan,” ungkap perwakilan GHI. “Kunjungan ini memberi kami gambaran lebih jelas tentang kebutuhan mereka dan bagaimana kami dapat melibatkan diri secara lebih strategis.”
Sebagai tindak lanjut, GHI merancang beberapa program kolaboratif bersama pihak Lapas, antara lain:
- Pelatihan keterampilan dan produksi berbasis potensi warga binaan,
- Pengembangan karakter dan pendampingan motivasi,
- Pendampingan pemasaran dan wirausaha,
- Fasilitasi partisipasi warga binaan dalam event dan pameran publik,
- Penguatan jaringan dukungan setelah masa bebas.
GHI memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk menghadirkan intervensi yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis empati, GHI berkomitmen memastikan bahwa perempuan warga binaan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan baru yang produktif dan bermartabat.
“Kami senang disambut dengan sangat terbuka oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta,” tambah perwakilan GHI. “Ini menjadi awal dari kolaborasi yang kami harapkan dapat memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan keterampilan maupun dalam mengurangi stigma yang sering melekat pada perempuan mantan warga binaan.”
Garis Hitam Indonesia terus memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah, mitra komunitas, dan sektor usaha demi memperkuat ekosistem dukungan bagi perempuan warga binaan dan eks-warga binaan di Indonesia.


0 Comments