Garis Hitam Indonesia (GHI) kembali menghadirkan program pemberdayaan bagi warga binaan perempuan di Lapas Perempuan Kelas II A Jakarta. Berkolaborasi dengan KIEHLERS Community, Artisan Club, dan Garis Hitam Indonesia, program Rising Youth ReStart Project menjadi ruang aman bagi para warga binaan untuk mengekspresikan diri serta membangun harapan baru menuju masa depan yang lebih cerah.
Program yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Januari 2025, mengusung tema “Mengekspresikan Diri Melalui Kreativitas untuk Membangun Masa Depan”. Pada hari kedua, kegiatan ini diikuti oleh 20 warga binaan perempuan yang terlibat aktif dalam rangkaian sesi pemberdayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Berbagai sesi diselenggarakan tidak hanya untuk mengasah keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat aspek mental dan emosional. Peserta diajak belajar, berbagi cerita, serta saling menguatkan melalui proses kreatif yang bermakna. Sesi motivasi membangkitkan keyakinan bahwa setiap individu berhak atas kesempatan kedua, sementara sesi self lovedan self development membantu peserta mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, dan menyiapkan langkah menuju kemandirian. Salah satu aktivitas utama adalah merangkai bunga, yang menjadi sarana pembelajaran tentang kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan diri. Dari rangkaian sederhana, lahir karya bermakna menjadi simbol bahwa proses yang tidak mudah dapat menghasilkan keindahan.
Salah satu peserta Volunteer GHI, Najwa, mengungkapkan kesannya, “Pelatihan di Lapas ini jadi pengalaman yang berkesan banget. Kegiatan seperti ini bukan cuma soal keterampilan, tapi juga tentang dukungan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk berkembang. Suasananya hangat dan penuh antusias.” Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan karena “berbagi waktu dan ilmu ternyata punya dampak yang besar.” Melalui Rising Youth Re Start Project, GHI membuktikan bahwa transformasi sosial dapat dimulai dari langkah sederhana, dengan ruang aman, keterampilan, dan dukungan yang tepat.


0 Comments